Devinda, Puspa Mega (2025) ANALISIS KORELASI RISIKO BUNUH DIRI DENGAN TINGKAT STRESS AKADEMIK PADA MAHASISWA DI STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.
FILE 1_KP2101470_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka.pdf - Published Version
Download (588kB) | Preview
FILE 2_KP2101470_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (575kB)
FILE 4_KP2101470_Devinda Puspa Mega_Naskah Publikasi.pdf - Published Version
Download (518kB) | Preview
Abstract
Latar Belakang:
Bunuh diri telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di kalangan dewasa muda secara global, termasuk mahasiswa yang kerap mengalami tekanan akademik tinggi. Mahasiswa kesehatan menghadapi beban studi yang kompleks mulai dari praktikum, pembelajaran teori di kelas, skill laboratorium, penugasan, praktik klinik, hingga skripsi yang apabila tidak diimbangi dengan strategi koping yang baik, dapat memicu stress berat dan bahkan risiko bunuh diri. Fenomena ini menjadi isu mendesak di institusi pendidikan tinggi, khususnya pada masa transisi perkembangan psikologis di usia dewasa awal yang belum stabil secara emosional.
Tujuan Penelitian:
Mengetahui analisis Korelasi Risiko Bunuh Diri dengan Tingkat Stress Akademik di Stikes Wira Husada Yogyakarta.
Metode Penelitian:
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 238 mahasiswa, teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 209 mahasiswa. Alat pengumpulan stress akademik diukur menggunakan DASS-21 sedangkan risiko bunuh diri diukur menggunakan DSM-5 Cross Cutting Online. Data dianalisis menggunakan uji spearman rank.
Hasil:
Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress akademik dan risiko bunuh diri dengan nilai p = 0,002 (< 0,05). Semakin tinggi tingkat stress akademik, semakin besar risiko mahasiswa mengalami kecenderungan bunuh diri.
Kesimpulan:
Stress akademik memiliki kontribusi penting terhadap meningkatnya risiko bunuh diri di kalangan mahasiswa. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan preventif dari institusi pendidikan dalam bentuk deteksi dini, layanan konseling yang intensif, serta peningkatan kesadaran kesehatan mental agar mahasiswa mampu mengelola stress secara adaptif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tingkat Stress Akademik, Risiko Bunuh, Mahasiswa. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan kesejahteraan sosial > 362 Masalah dan layanan, kesejahteraan sosial pada sekelompok orang |
| Divisions: | KEPERAWATAN (S1) |
| Depositing User: | Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 03:09 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 03:09 |
| URI: | http://stikeswirahusada.eprints.biblio.co.id/id/eprint/762 |
