GAMBARAN TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN ORANGTUA MENIKAH USIA DINI DI KABUPATEN SLEMAN

Dita, Suci Cahya Ningrum (2025) GAMBARAN TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN ORANGTUA MENIKAH USIA DINI DI KABUPATEN SLEMAN. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.

[thumbnail of KP.1801275_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka.pdf]
Preview
Text
KP.1801275_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka.pdf - Published Version

Download (629kB) | Preview
[thumbnail of BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf] Text
BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (744kB)
[thumbnail of KP.180127_Dita-Suci-Cahya-Ningrum_NASKAH PUBLIKASI.pdf]
Preview
Text
KP.180127_Dita-Suci-Cahya-Ningrum_NASKAH PUBLIKASI.pdf - Published Version

Download (422kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang:
Pernikahan dini pada perempuan menimbulkan risiko terhadap kualitas pengasuhan anak serta tumbuh kembang anak, khususnya pada masa toddler (balita), yang merupakan fase perkembangan yang sangat penting. Penelitian yang ada hingga saat ini sebagian besar berfokus pada dampak pernikahan dini terhadap kesehatan dan pendidikan ibu, sedangkan kajian yang menghubungkan karakteristik ibu muda (usia saat menikah, tingkat pendidikan, ketergantungan pada pengasuhan oleh kakek-nenek) dengan status gizi dan perkembangan anak usia toddler di Indonesia masih sangat terbatas.

Tujuan Penelitian:
Penelitian ini bertjuan untuk menggabungkan karakteristik sosiodemografis ibu, faktir gizi, dan hasil penilaian perkembangan anak, sehingga dapat menjelaskan pengaruh kesiapan psikososial ibu remaja terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di wilayah Sleman.

Metode Penelitian:
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif berdasarkan distribusi karakteristik responden (usia anak, jenis kelamin, pendidikan ibu, pekerjaan ibu); Pertumbuhan anak (berat badan, tinggi badan, dan status gizi berdasarkan IMT/U). Responden dalam penelitian ini terdiri dari15 ibu dan anak usia toddler, khususnya ibu yang menikah antara tahun 2019 hingga 2024 dan berdomisili di Kabupaten Sleman. Instrumen perkembangan (KPSP), sedangkan instrumen pertumbuhan menggunakan timbangan digital dan microtoise.

Hasil Penelitian:
Sebagian besar anak berusia 36 bulan, lebih banyak responden perempuan, dengan tinggi badan normal untuk usia 24 bulan tetapi rendah untuk usia 36-48 bulan, serta berat badan dibawah standar WHO; Perkembangan anak (KPSP) menunjukkan hasil hampir setengah anak berkembang sesuai, tetapi 26.7% meragukan dan 26.7% terjadi penyimpangan, terutama pada usia 36 bulan.

Kesimpulan:
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pernikahan usia dini, rendahnya pendidikan ibu, ketergantungan pada pengasuhan extended family, serta status gizi yang tidak optimal berkontribusi signifikan terhadap keterlambatan tumbuh kembang pada anak usia toddler

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pernikahan Usia Dini, Tumbuh Kembang Anak, Toddler
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 612 Fisiologi manusia, ilmu faal, anatomi dan fisiologi manusia
Divisions: KEPERAWATAN (S1)
Depositing User: Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com
Date Deposited: 03 Mar 2026 03:41
Last Modified: 03 Mar 2026 03:41
URI: http://stikeswirahusada.eprints.biblio.co.id/id/eprint/765

Actions (login required)

View Item
View Item