HUBUNGAN FREKUENSI DONOR DARAH DENGAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PENDONOR DI UNIT TRANSFUSI DARAH RUMAH SAKIT SARDJITO

ARI, SETIAWAN (2025) HUBUNGAN FREKUENSI DONOR DARAH DENGAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PENDONOR DI UNIT TRANSFUSI DARAH RUMAH SAKIT SARDJITO. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.

[thumbnail of 1. KMP2400728_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka_.pdf]
Preview
Text
1. KMP2400728_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka_.pdf - Published Version

Download (924kB) | Preview
[thumbnail of 2. KMP2400728_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf] Text
2. KMP2400728_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (424kB)
[thumbnail of 4. KMP2400728_Ari-Setiawan_NASKAH PUBLIKASI (PRODI S1).pdf]
Preview
Text
4. KMP2400728_Ari-Setiawan_NASKAH PUBLIKASI (PRODI S1).pdf - Published Version

Download (520kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Untuk menjadi seorang pendonor darah, seseorang harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan dalam seleksi donor darah. Saat ini, masih banyak ditemukan pendonor ditolak karena tidak memenuhi syarat kesehatan seperti kadar haemoglobin yang rendah, tekanan darah abnormal, berat badan kurang, dan hal lainnya. Hal ini diduga terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pendonor itu sendiri. Mayoritas pendonor yang tidak lolos tersebut merupakan pendonor baru atau yang tidak rutin mendonorkan darah. Namun demikian, penelitian mengenai hubungan antara frekuensi donor darah dengan penerapan PHBS masih belum banyak diteliti.

Tujuan: Menguji secara empiris hubungan antara frekuensi donor darah dengan penerapan PHBS pada pendonor di UTD RSUP Dr. Sardjito.

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif noneksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pendonor darah di UTD RSUP Dr. Sardjito dengan jumlah populasi 2.893. Sampel yang digunakan sebanyak 352. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah frekuensi donor darah, sedangkan variabel terikatnya adalah penerapan PHBS. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman’s Rank.

Hasil: Tingkat frekuensi donor darah menunjukkan 47,2% adalah pendonor baru, 39,2% pendonor tidak rutin, dan 13,6% pendonor rutin. Tingkat PHBS pendonor menunjukkan 23% kategori kurang, 59,4% kategori cukup, dan 17,0% kategori baik. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi donor darah dan penerapan PHBS dengan nilai-p 0,000, serta menunjukkan kekuatan hubungan kategori sedang dengan nilai-r 0,413.

Kesimpulan. Terdapat hubungan anatara frekuensi donor darah dengan penerapan PHBS pada pendonor di UTD RSUP Dr. Sardjito.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Donor darah; frekuensi donor; PHBS.
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 612 Fisiologi manusia, ilmu faal, anatomi dan fisiologi manusia
Divisions: ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Depositing User: Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com
Date Deposited: 03 Mar 2026 04:27
Last Modified: 03 Mar 2026 04:27
URI: http://stikeswirahusada.eprints.biblio.co.id/id/eprint/773

Actions (login required)

View Item
View Item