HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI DESA HARJOBINANGUN KECAMATAN PAKEM SLEMAN

Asria, Wowa (2025) HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI DESA HARJOBINANGUN KECAMATAN PAKEM SLEMAN. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.

[thumbnail of FILE_1_KMP2300702_BAB-I_BABV_dan_Daftar_Pustaka.pdf]
Preview
Text
FILE_1_KMP2300702_BAB-I_BABV_dan_Daftar_Pustaka.pdf - Published Version

Download (362kB) | Preview
[thumbnail of FILE_2_KMP2300702_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf] Text
FILE_2_KMP2300702_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (542kB)
[thumbnail of FILE_4._KMP2300702_ASRIA WOWA_NASKAH PUBLIKASI.pdf]
Preview
Text
FILE_4._KMP2300702_ASRIA WOWA_NASKAH PUBLIKASI.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Latar Belakang:Bengkel las merupakan industri informal yang menghasilkan kebisingan tinggi, terutama dari proses pengelasan, pemotongan, dan penggerindaan logam. Paparan kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dB(A) selama 8 jam kerja berisiko menimbulkan keluhan subjektif berupa gangguan pendengaran, psikologis, dan komunikasi pada pekerja. Studi pendahuluan di Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, menunjukkan tingkat kebisingan di beberapa bengkel las mencapai 97,37 dB(A), melebihi NAB.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebisingan dengan keluhan subjektif pada pekerja bengkel las di Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman.

Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain crosssectional dilakukan pada seluruh pekerja (total sampling) di 7 bengkel las sebanyak 40 orang. Tingkat kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter, sedangkan keluhan subjektif diukur melalui kuesioner. Analisis data meliputi uji Chi-Square.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 21 responden (52,5%) bekerja pada lingkungan dengan kebisingan melebihi NAB. Keluhan subjektif dilaporkan oleh 25 responden (62,5%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kebisingan dengan keluhan subjektif (p = 0,041). Rincian menunjukkan bahwa 11 dari 21 pekerja di lingkungan kebisingan melebihi NAB mengalami keluhan subjektif (27,5%), sedangkan 4 dari 19 pekerja di lingkungan kebisingan tidak melebihi NAB melaporkan keluhan subjektif (10,0%).

Kesimpulan: Tingkat kebisingan berhubungan dengan keluhan subjektif pada pekerja bengkel las di Desa Harjobinangun. Disarankan penggunaan alat pelindung telinga secara konsisten serta pengendalian kebisingan di tempat kerja.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kebisingan, Keluhan Subjektif, Bengkel Las, Gangguan Pendengaran
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Divisions: ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Depositing User: Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com
Date Deposited: 03 Mar 2026 04:56
Last Modified: 03 Mar 2026 04:56
URI: http://stikeswirahusada.eprints.biblio.co.id/id/eprint/775

Actions (login required)

View Item
View Item