HUBUNGAN ANTARA JARAK BREEDING PLACE DAN KEBERADAAN RESTING PLACE NYAMUK ANOPHELES DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMIGALUH 1 KECAMATAN SAMIGALUH, KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA TAHUN 2022

Brigitta, Nadya Gistara Putri (2025) HUBUNGAN ANTARA JARAK BREEDING PLACE DAN KEBERADAAN RESTING PLACE NYAMUK ANOPHELES DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMIGALUH 1 KECAMATAN SAMIGALUH, KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA TAHUN 2022. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.

[thumbnail of KMP2400730_BAB I_BAB V_ DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
KMP2400730_BAB I_BAB V_ DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (277kB) | Preview
[thumbnail of KMP2400730__BAB II_BAB III_BAB IV.pdf] Text
KMP2400730__BAB II_BAB III_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (844kB)
[thumbnail of KMP240073_Brigitta Nadya Gistara Putri_naskah publikasi.pdf]
Preview
Text
KMP240073_Brigitta Nadya Gistara Putri_naskah publikasi.pdf - Published Version

Download (451kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia, terutama di daerah endemis seperti Kecamatan Samigaluh.

Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara jarak breeding place dan keberadaan resting place nyamuk Anopheles dengan kejadian penyakit malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Samigaluh 1 Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta Tahun 2022.

Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita malaria di Puskesmas Samigaluh 1 yang terjadi pada bulan April - Juli tahun 2022. Total sampel yang digunakan 80 responden dengan rincian 40 responden kasus dan 40 responden kontrol dan menggunakan metode total sampling untuk kasus dan purposive sampling untuk kontrol. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikansi 95%.

Hasil penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jarak breeding place dan keberadaan resting place dengan kejadian malaria. Berdasarkan analisis bivariate, jarak breeding place memperoleh nilai p - value = 0,025 , OR = 2,778 dan keberadaan resting place memperoleh nilai p - value =0,013, OR = 9,750.

Kesimpulan penelitian : Jarak breeding place dan keberadaan resting place merupakan faktor risiko penting dalam kejadian malaria. Oleh karena itu, pengendalian malaria perlu dilakukan secara komprehensif melalui pemantauan lingkungan, pengendalian vektor, penggunaan kelambu, penyemprotan IRS, serta promosi kesehatan kepada masyarakat untuk mengurangi risiko penularan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: malaria, breeding place, resting place, Anopheles, Faktor Lingkungan
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 616 Penyakit
Divisions: ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Depositing User: Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com
Date Deposited: 03 Mar 2026 06:19
Last Modified: 03 Mar 2026 06:19
URI: http://stikeswirahusada.eprints.biblio.co.id/id/eprint/779

Actions (login required)

View Item
View Item