Elsa, Septaria (2025) HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA NELAYAN DI PANTAI DEPOK YOGYAKARTA. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.
File 1. KM.21.00704_BAB-I_BAB-V_dan_Daftar_Pustaka.pdf - Published Version
Download (579kB) | Preview
File 2. KM.21.00704_BAB-II_BAB-III_BAB-IV_compressed.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (565kB)
File 4. KM.21.00704_ELSA SEPTARIA_NASKAH PUBLIKASI (PRODI S1).pdf - Published Version
Download (985kB) | Preview
Abstract
Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah cedera yang mempengaruhi otot, saraf, dan sendi, sering disebabkan oleh faktor risiko fisik di lingkungan kerja. Di Indonesia, prevalensi MSDs tertinggi ditemukan pada nelayan, petani, dan buruh. Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara postur kerja dan keluhan MSDs pada nelayan di Pantai Depok, Yogyakarta. Temuan awal menunjukkan bahwa nelayan mengalami keluhan pada leher, punggung, dan anggota tubuh lainnya setelah bekerja 4 hingga 9 jam, dengan penilaian REBA menunjukkan risiko tinggi terhadap MSDs akibat postur yang tidak ergonomis.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana hubungan antara postur kerja dan keluhan MSDs pada nelayan di Pantai Depok, Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Mina Bahari di Pantai Depok Yogyakarta. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Random Sampling dengan jumlah 51 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai analisis bivariat dengan p-value 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada nelayan di Pantai Depok Yogyakarta.
Kesimpulan: Sebagian besar nelayan di Pantai Depok, Yogyakarta, yaitu 39 responden (76,5%) berada pada risiko postur kerja sedang, dan 12 responden (23,5%) pada risiko tinggi menurut metode REBA. Pengukuran keluhan MSDs dengan kuesioner NBM menunjukkan 30 responden (58,8%) pada risiko rendah dan 21 responden (41,2%) pada risiko sedang. Terdapat hubungan signifikan antara postur kerja dan keluhan MSDs, dengan p-value 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi (r) 0,509, menunjukkan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis meningkatkan keluhan MSDs.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | keluhan MSDs, nelayan, postur kerja |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 616 Penyakit |
| Divisions: | ILMU KESEHATAN MASYARAKAT |
| Depositing User: | Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 04:11 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 04:11 |
| URI: | http://stikeswirahusada.eprints.biblio.co.id/id/eprint/802 |
