HUBUNGAN ANTARA PENAMPUNGAN AIR DAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI PEDUKUHAN KEBONDALEM, MADUREJO, PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA

Ignasius, Umbu Lango (2025) HUBUNGAN ANTARA PENAMPUNGAN AIR DAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI PEDUKUHAN KEBONDALEM, MADUREJO, PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA.

[thumbnail of File 1-Nim-KM2000671_Bab 1_Bab V_dan Daftar Pustaka_compressed.pdf]
Preview
Text
File 1-Nim-KM2000671_Bab 1_Bab V_dan Daftar Pustaka_compressed.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of FILE 2. KM2000671_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf] Text
FILE 2. KM2000671_BAB-II_BAB-III_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (579kB)
[thumbnail of FILE 4. KM2000671_NASKAH_PUBLIKASI.pdf]
Preview
Text
FILE 4. KM2000671_NASKAH_PUBLIKASI.pdf - Published Version

Download (439kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan Aedes aegypti. Tingginya angka kejadian DBD di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sering dikaitkan dengan sanitasi lingkungan yang kurang optimal, khususnya terkait kondisi penampungan air dan pengelolaan sampah.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kondisi penampungan air dan pengelolaan sampah dengan keberadaan jentik nyamuk di Padukuhan Kebondalem, Madurejo, Prambanan, Sleman.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 79 kepala keluarga, dipilih secara proporsional dari total 376 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi visual keberadaan jentik di tempat penampungan air, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%.

Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 44,3% rumah tangga ditemukan jentik nyamuk. Sebagian besar responden memiliki penampungan air baik (60,8%) dan pengelolaan sampah baik (51,9%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi penampungan air dengan keberadaan jentik (p = 0,421; OR = 1,457; CI 95%: 0,582–3,648) maupun antara pengelolaan sampah dengan keberadaan jentik (p = 0,941; OR = 0,967; CI 95%: 0,398–2,351).

Kesimpulan: Penampungan air dan pengelolaan sampah tidak berhubungan secara signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Demam Berdarah Dengue, penampungan air, pengelolaan sampah, jentik nyamuk, Aedes aegypti
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan kesejahteraan sosial > 363 Masalah dan layanan, kesejahteraan sosial lainnya
Divisions: ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Depositing User: Unnamed user with email lib.wirahusada@gmail.com
Date Deposited: 04 Mar 2026 05:22
Last Modified: 04 Mar 2026 05:22
URI: http://stikeswirahusada.eprints.biblio.co.id/id/eprint/807

Actions (login required)

View Item
View Item